Tampilkan postingan dengan label Tips and Tricks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips and Tricks. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Agustus 2016

Cara Menggunakan Mangrove Sebagai Bahan Baku Pembuatan Sirup dan Kerupuk

Standard
Selama ini, masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti Riau mengandalkan hutan mangrove sebagai kayu arang. Kini, pemerintah setempat membina masyarakat untuk mengalihkan mangrove, menjadi sirup dan pakan ternak. Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Kab Meranti, M Murod mengungkapkan hal itu. Dia menjelaskan, sudah puluhan tahun lamanya, sebagian masyarakat memanfaatkan hutan mangrove atau hutan bakau untuk dijadikan kayu arang. Karena selama ini, kayu bakau menjadi pilihan terbaik untuk dijadikan arang.

Satu sisi, hutan bakau dijadikan arang, juga mengancam kelestariannya. Karena itu, beberapa tahun belakangan ini, Pemda Meranti melakukan pembinaan ke masyarakat untuk beralih menjadi bahan bakau untuk dijadikan sirup, kerupuk, dan pakan ternak. “Kita ajak para petani bakau yang selama ini mengandalkan kayu, kita alihkan untuk memanen daun dan bunganya. Bunga dari pohon bakau bisa kita jadikan sirup dan bisa dijadikan kerupuk,” kata Murod.

Khusus untuk sirup, lanjut Murod, selama ini Dishut Meranti menggandeng Dekranasda untuk melakukan pembinaan pembuatan sirup. Hasil pembuatan sirup bunga bakau sudah bisa diproduksi dalam skala kecil untuk kebutuhan di Kabupaten Kepulauan Meranti. “Produksinya memang belum keluar daerah lainnya. Kita baru memproduksi untuk kebutuhan di daerah kami sendiri. Tapi ini menjadi andalan kami untuk ke depan tak lagi bakau harus dijadikan arang,” kata Murod

Selain bunga bakau, lanjut Murod, pihaknya juga membina warga sekitar menjadikan daunnya untuk pakan ternak. Lewat pengelolaan, daun bakau yang dijadikan pakan ternak bisa menghasilkan daging yang lebih nikmat. “Sudah dilakukan penelitian, ternak sapi, atau kambing yang pakannya dengan daun bakau yang sudah kita olah, akan menghasilkan daging yang lebih empuk dan gurih. Serta dagingnya tidak terlalu amis jika dibandingkan ternak yang makan rumput secara alami,” kata Murod.

Kini Pemkab Meranti lewat Dinas Kehutanannya, melakukan pembinaan untuk warga mengembangkan penanaman hutan bakau. Saat ini ada 90 kelompok dengan jumlah setiap kelompok 20 orang sudah dibina untuk mengembangkan bakau. “Mereka kita bina dengan memberikan bibit bakau untuk ditanam. Masyarakat kita harapkan ke depan bisa menghasilkan bakau non kayu, tapi daun dan bunganya bisa lebih bernilai lagi,” kata Murod. Pembinaan ini, bisa diharapkan ke depan akan akan penambahan luasan hutan bakau mencapai 25 ribu hektar.

“Dengan pembinaan ini, maka otomatis kita juga menyelamatkan hutan bakau yang selama ini dijadikan andalan untuk membuat arang. Ke depan bakau dapat dilestarikan dengan menghasilkan produksi hilirnya,” harap Murod.
Sumber : https://teknologitinggi.wordpress.com

Cara Membuat Sirup Mangrove Jenis Pedada (Sonneratia caseolaris)

Standard
Buah pedada banyak ditemui di daerah perairan payau yang merupakan tempat bertumbuhnya tanaman mangrove. Buah pedada merupakan buah yang bagian dasarnya terbungkus kelopak bunga, berbentuk bola, dan ujung buah tersebut bertangkai. Buah tersebut tidak beracun dan langsung dapat dimakan. Buah pedada memiliki rasa yang asam dan aroma yang khas yang menjadi daya tarik buah tersebut (Santoso et al, 2008).

Pedada (Sonneratia caseolaris) merupakan salah satu penyusun hutan bakau yang berada di sepanjang pantai berlumpur yang mempunyai salinitas rendah dan merupakan wadah berkumpulnya kunang-kunang. Buah pedada berbentuk bulat, ujung bertangkai, dan bagian dasarnya terbungkus kelopak bunga. Buah ini memiliki diameter antara 6-8 cm dan biji berjumlah 800-1200. Chen et al, (2009) tentang dinamika dan struktur hutan mangrove menyatakan bahwa buah pedada berwarna hijau, dan mempunyai aroma yang sedap. Buah pedada tidak beracun, asam dan dapat langsung dimakan. Ahmed et al, (2010) menyatakan bahwa tanaman ini menghasilkan buah yang dikenal dengan buah pedada dan nama internasionalnya yaitu Crabapple mangrove.


Gambar 1. Buah Pedada (Sonneratia caseolaris)

Proses pembuatan Sirup Pedada
  • Direbus buah Sonneratia caseolaris yang telah matang.
  • Dimasukkan gula pasir dan asam sitrat sampai rebusan mendidih maksimal, sambil diaduk lalu angkat.
  • Masukkan asam benzoat apabila diperlukan pengawetan yang lebih lama.
  • Setelah dingin, masukkan sirup ke dalam botol yang telah disterilkan
  • Kemas sirup dalam botol dan tutup rapat 
Teknologi yang digunakan dalam membuat sirup dari buah pedada (Sonneratia caseolaris) masih tergolong sederhana, karena hanya menggunakan tenaga manusia dan dibantu oleh alat-alat yang mudah untuk didapat. Produk sirup buah pedada ini masih belum maksimal dalam hal pemasaran, karena masih banyak orang yang belum mengenal buah ini.

Sirup buah pedada merupakan salah satu produk olahan dari buah mangrove yang dapat meningkatkan nilai ekonomi dan ekologi hutan mangrove serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang tinggal disekitar hutan mangrove, sehingga dengan adanya berbagai olahan dari buah mangrove masyarakat terbantu secara ekonomi dan dengan sendiri ikut menjaga kelestarian hutan mangrove yang berada di sekitar mereka.

Manfaat Sirup Buah Pedada (Sonneratia caseolaris)

Nilai keunggulan dari sirup Apel Mangrove berdasarkan penelitian (Raindly,2006) antara lain adalah kandungan vitamin C cukup tinggi (50,1 mg/100 gr sirup), dan mengandung iodium dengan kadar 0,68 mg/kg sirup. Dalam tubuh vitamin C berfungsi sebagai antioksidant, sedangkan Iodium untuk sistesis hormon tiroksin, yaitu suatu homon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang sangat dibutuhkan untuk proses pertumbuhan, perkembangan, dan kecerdasan. Berdasarkan penelitian (Raindly, 2006) sirup “Apel Mangrove” telah layak dan aman untuk dikonsumsi karena bebas dari bahan berbahaya dan beracun (B3), memenuhi syarat mutu sesuai dengan SNI 01-3544- 1994 (untuk sirup), sehingga aman untuk dikonsumsi dan diproduksi secara berkelanjutan. Sirup buah bogem Mangrove yang memiliki rasa dan aroma yang khas, serta beriodium dan bervitamin C yang bermanfaat bagi kesehatan dapat dijadikan prospek untuk membentuk wirausaha baru ini, diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi mangrove baik dari sisiekologi maupun ekonomi

Gambar 2. Sirup Buah Pedada (Sonneratia caseolaris)

Referensi :
Ahmed R, Moushumi SJ, Ahmed H, Ali M, Haq WM, Jahan R, Rahmatullah M. 2010. Serum glucose and lipid profiles in rats following administration of Sonneratia caseolaris (L.) Engl. (Sonneratiaceae) leaf powder in diet. Advances in Natural and Applied Sciences 4(2):171-173.
Chen L, Zan Q, Li Mingguang, Shen J, Liao W. 2009. Litter dynamics and forest structure of the introduced Sonneratia caseolaris mangrove forest in Shenzhen, China. Estuarine, Coastal and Shelf Science 85(2):241-246.
Dwi, R. 2011. Kadar Beberapa Vitamin Pada Buah Pedada (Sonneratia caseolaris) dan Hasil Olahannya. Skripsi Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Priyono A, Diah I, Mohson, Lulut Sri Y, Tengku LH. 2010. Beragam Produk Olahan Berbahan Dasar Mangrove. Kesemat. Semarang.
Raindly. 2006. Sirup Apel Mangrove. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Santoso N, Kusmana C, Sudarma D, Sukmandi R. 2008. Ekologi tumbuhan pidada (Sonneratia caseolaris(L) Engler 1987) pada kawasan Muara Angke propinsi daerah khusus ibu kota Jakarta. Jurna KKMN. Jakarta, 5 September 2008.